AD (728x90)

My Blog List

apa arti Ramadhan dalam diri anda,,,,?

terimakasih telah mengunjungi blog saya moga bermamfaat buat kita smua,,,,,amien,,

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Pengikut

Cari Blog Ini

  • 2793 Pine St

    2793 Pine St

    Nulla facilisi. Cras blandit elit sit amet eros sodales, non accumsan neque mollis. Nullam tempor sapien tellus, sit amet posuere ante porta quis. Nunc semper leo diam, vitae imperdiet mauris suscipit et. Maecenas ut neque lectus. Duis et ipsum nec felis elementum pulvi...

  • 1100 Broderick St

    1100 Broderick St

    Nulla facilisi. Phasellus ac enim elit. Cras at lobortis dui. Nunc consequat erat lacus, a volutpat nisi sodales vitae. Phasellus pharetra at nulla in egestas. Vestibulum sit amet tortor sit amet diam placerat tincidunt sit amet eget lorem. Phasellus ...

  • 868 Turk St

    868 Turk St

    Nulla facilisi. Phasellus ac enim elit. Cras at lobortis dui. Nunc consequat erat lacus, a volutpat nisi sodales vitae. Phasellus pharetra at nulla in egestas. Vestibulum sit amet tortor sit amet diam placerat tincidunt sit amet eget lorem. Phasellus posuere posuere fel...

  • 420 Fell St

    420 Fell St

    Sed at vehicula magna, sed vulputate ipsum. Maecenas fringilla, leo et auctor consequat, lacus nulla iaculis eros, at ultrices erat libero quis ante. Praesent in neque est. Cras quis ultricies nisi, vitae laoreet nisi. Nunc a orci at velit sodales mollis ac ac ipsum. Na...

Feature Top (Full Width)

Latest Updates

Rabu, 19 Agustus 2009

Artikel ini ringkasan dari kitab Sifat Saum Nabi fi Ramadhan
Karya Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Alhilai

1. Keutamaan Puasa
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al Ahzab : 35)

a. Puasa adalah perisai
Puasa adalah perisai, dengannya seorang hamba terjaga dari api neraka (hadits shahih riwayat Ahmad)

b. Puasa memasukkan ke surga
Dari Abu Umamah, ia berkata, aku bertanya Wahai Rasulullah tunjukkan kepadaku suatu amal yang memasukkanku ke surga, Nabi bersabda : Hendaknya engkau berpuasa, tiada yang menyamainya. (Hadits riwayat Nasai, ibnu Hibban, dan Hakim dan sanadnya shahih)

c. Orang yang berpuasa mendapatkan pahala tanpa hisab
d. Bagi orang yan berpuasa ada dua kegembiraan
e. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari bau kasturi

Dalil-dalil (c) , (d), (e) :

Dari Abu Hurairah ia berkata : Rasulullah bersabda : Setiap amal manusia terdapat pahala yang terbatas kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku (Allah) yang membalasnya, dan puasa adalah perisai. Dan pada hari puasa janganlah kalian mengatakan atau melakukan perbuatan keji dan janganlah membuat gaduh, jika salah seorang kalian mencelanya atau membunuhnya maka hendaklah mengatakan : Sesungguhnya aku sedang berpuasa , demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangannya benar-benar bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari bau kasturi, bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang ia gembira dengan keduanya : jika berbuka ia gembira, dan jika bertemu Allah dengan puasanya ia gembira. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan dalam riwayat Bukhari :
Ia tinggalkan makanan dan minumannya serta syahwatnya lantaran-Ku, puasa adalah untukku, dan Aku yang akan membalasnya, dan kebaikan itu adalah sepuluh kali lipat semisalnya”.

Dan dalam riwayat Muslim :
Setiap amal manusia dilipatgandakan kebaikannya sepuluh kali lipat semisalnya hingga tujuh ratus kali lipat, Allah berfirman : kecuali puasa sesungguhnya puasa aku yang membalasnya, ia tinggalkan syahwat dan makanannya hanyalah lantaran AKU. Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabbnya, dan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari bau kasturi.

f. Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat orang yang mengamalkannya
Rasulullah bersabda :
Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat, berkata puasa : Ya Allah, Engkau telah mencegah orang yang berpuasa dari makanan dan syahwat, maka berikanlah syafaatku padanya, dan berkata Al Qur’an : (Ya Allah) Engkau mencegahnya dari tidur pada malam hari, maka berikanlah syafaatku padanya, Allah berfirman :Keduanya akan diberi syafaat.(Hadits riwayat Ahmad dan Hakim).

g. Puasa adalah kaffaarah (penghapus dosa)
Dari Hudzaifah bin Yaman ia berkata, Rasulullah bersabda :Fitnah laki-laki pada keluarganya, hartanya, anaknya, tetangganya, dihapuskan oleh shalat, puasa dan sedekah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

h. Pintu syurga yang bernama Ar Rayyan bagi orang yang berpuasa
Dari Sahl dari Nabi bersabda :Sesungguhnya dalam syurga terdapat sebuah pintu yang bernama Ar Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hariu kiamat, dan selain mereka tidak akan masuk melaluinya.
Dikatakan : Dimanakah orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun berdiri.
Dan selain mereka tidak akan memasukinya .
Maka jika orang-orang yang berpuasa sudah memasukinya ditutuplah pintu itu dan tidak seorangpun akan memasukinya, Dan barangsiapa yang telah masuk ia pasti minum dan barangsiapa yang minum ia tidak akan kehausan selamanya. (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim)

2. Keutamaan bulan Ramadhan
a. Bulan Al Qur’an
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. (Al Baqarah : 185)

b. Dibelenggunya Syaitan
Jika telah tiba bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu syurga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah syaitan-syaitan. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

c. Lailatul Qadr
Tersebut dalam pembahasa no 19

3. Wajibnya puasa Ramadhan
a. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka itulah yang lebih baik darinya.
Dari keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan diatas, Allah mewajibkan puasa Ramadhan atas kaum muslimiun, dan oleh karena memutuskan jiwa dari syahwatnya dan menutup jiwa dari keinginan-keinginan syahwat adalah perkara yang paling berat, maka diakhirkanlah wajibnya puasa Ramadhan hingga sampai tahun kedua hijriyah.

Dan tatkala hati-hati telah tertanam tauhid dan mengagungkan syiar-syiar Allah, maka dipindahkanlah hati dengan cara bertahap. Maka dimulailah awal kali dengan kebebasan memilih disertai anjuran untuk melaksakan puasa, karena dahulu puasa terasa berat oleh para sahabat,dahulu barangsiapa berkeinginan tidak berpuasa dan membayar fidyah maka ia melakukan hal itu, Allah berfirman :
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Al Baqarah : 184)

b. Karena itu barangsiapa hadir di negeri tempat tinggalnya pada bulan itu hendaknya ia berpuasa pada bulan itu. Lalu turunlah ayat sesudahnya menghapus hukum sebelumnya, dan mengabarkan tentang hal ini dua orang sahabat Nabi Abdullah bin Umar dan Salamah bin Al Aqwa (semoga Allah meridhai keduanya) :
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Al Baqarah : 185)

Dari Ibnu Abi Laila ia berkata : telah bercerita kepada kami sahabat-sahabat Nabi :Tatkala tiba bulan Ramadhan terasa berat hal ini oleh sahabat-sahabat Nabi, dahulu barangsiapa memberi makan setiap hari orang miskin ia meninggalkan puasa dan termasuk orang-orang yang berat menjalankannya, dan mereka diperbolehkan untuk melaksanakan seperti ini.
Maka dihapuslah hal itu dengan ayat :
Dan berpuasa lebih baik bagimu (Al Baqarah : 184)

Maka setelah itu puasa Ramadhan menjadi termsuk pondasi Islam, dan salah satu rukun dari rukun-rukun Agama, berdasarkan sabda Rasulullah :
Islam dibangun diatas lima perkara : Bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah, dan mendirikan shalat,menunaikan zakat, menunaikan haji ke ka’abah, dan berpuasa Ramadhan. (Bukhari dan Muslim)

TUGAS SEORANG MUSLIM PADA BULAN RAMADHAN

TUGAS SEORANG MUSLIM PADA BULAN RAMADHAN

Oleh :

Syeikh Ali Hasan Al Atsari



Seorang yang beriman memiliki tugas-tugas syar’i pada bulan Ramadhan yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melalui sabda dan perbuatan beliau. Dimana bulan Ramadhan adalah musim kebajikan karena nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala pada bulan Ramadhan melebihi dari bulan lainnya (Fathul Bari : 1/31)

Adapun tugas-tugas (mukmin) tersebut terlukis dalam amalan-amalan baik dan taqwa yang terdapat di bulan Ramadhan dari hukum-hukum Syar’i.

Yang pertama : Puasa

Keutamaannya (secara umum) adalah besar, karena sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّياَمَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسِ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِِ الْمِسْكِ

“(Alloh berfirman) : Setiap amal bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, maka demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari bau kesturi”

Berkata Imam al-Mazari dalam al-Mu’allim bi Fawaidil Muslim (2/41)

“Adanya takhshish (pengkhususan) Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap puasa dalam hadits tersebut dengan firmannya “لى“(untukku), walaupun amalan baik (lainnya) diikhlaskan semuanya hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun puasa tidak tercemar oleh riya’, tidak sebagaimana amalan-amalan yang lain. Karena puasa adalah mencegah dan menahan diri, sedangkan keadaan seorang yang menahan diri lantaran kenyang atau kekurangan adalah sebagaimana keadaan orang yang menahan untuk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedangkan yang mempengaruhi (membedakannya) hanyalah tujuan dan niat yang ada dalam hati. Adapun shalat, haji, zakat adalah amalan-amalan badan yang zhahir, dimungkinkan padanya adanya riya’ (perbuatan yang ingin dilihat orang, pent.) dan sum’ah (perbuatan ingin didengar oleh orang, pent.). Oleh karena itu puasa dikhususkan penyebutannya daripada amalan lainnya.”

Dan yang lebih diutamakan dari hal yang diatas adalah keutamaan yang khusus yang adai pada bulan Ramadhan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu”. (Muttafaqun alaihi)

Dan beliau bersabda :
شَهْرُ الصَّبْرِ وَ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ

“Bulan kesabaran, dan (puasa) tiga hari pada setiap bulan adalah (sepadan dengan) puasa sepanjang masa“.

Diriwayatkan oleh Iman Nasai (4/218), Imam Ahmad (2/263,384), Imam at-Thoyalisi (310), Imam al-Baihaqi (4/293) dari Abu Hurairah dengan sanad yang shahih. Yang dimaksud dengan bulan kesabaran adalah bulan Ramadhan.

Berkata Ibnu Abdil Bar : Puasa dalam Lisanul Arab diartikan dengan kesabaran

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَاب ٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. (Surat Az Zumar : 10).

Abu Bakar Ibnu al-Anbari berkata : “Puasa identik dengan sabar, karena menahan jiwa dari makan, minum, jima’ dan syahwat (nafsu).”



Yang kedua : shalat tarawih

Shalat tarawih sunnah dikerjakan berjama’ah sepanjang malam bulan Ramadhan yang diberkahi, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
إِنَّهُ مَنْ قاَمَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفُ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya barang siapa yang shalat tarawih bersama imam, hingga imam berpaling (selesai), dituliskan baginya shalat sepanjang malam“. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Nasai, Imam Ibnu Nashr, dari Abu Dzar dengan sanad shahih.

Dan tentang keutamaannya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan dengan (penuh) keimanan dan mengarapkan pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Adapun petunjuk yang paling sempurna tentang jumlah bilangan (rakaat) shalat malam, baik di bulan Ramadhan atau selainnya adalah 11 rakaat, selaras dengan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang shahih, karena beliau adalah contoh dan qudwah (teladan) yang sempurna.



Yang Ketiga : Sedekah

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah orang yang paling dermawan di bulan Ramadhan.”(Muttafaqun alaihi)

Dan kedermawanan beliau tersebut meliputi seluruh bentuk sedekah, dan amalan-amalan yang baik, dimana arti dermawan adalah : luas dan banyaknya pemberian, dan ini meliputi amalan-amalan kebajikan, serta perbuatan-perbuatan yang ma’ruf.



Yang Keempat : Memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa.

Sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menganjurkan dan menetapkan atas hal tersebut (memberi buka), dengan banyak dan besarnya ganjaran (pahala).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كاَنَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ ، غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa memberi buka orang yang berpuasa, maka ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala puasa orang yang berpuasa itu sedikitpun.” (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dari Zaid bin Khalid dengan sanad sahih)



Yang kelima : Membaca al Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an, yang demikian sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدَى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتِ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَان

“Bulan Ramadhan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan sebagai pembeda” (QS Al-Baqarah : 185)

Dalam perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam terdapat pengamalan akan hal ini. Bahwasanya Jibril mengajari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Al-Qur’an pada setiap malam di bulan Ramadhan (HR Bukhari)



Yang keenam : Umrah

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda :
عُمْرَة فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِي

” Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) seperti haji bersamaku”.

Lihatlah -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati kalian- pada keutamaan ini, alangkah besar dan mulianya.



Yang ketujuh : Mencari malam Lailatul qadar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدَرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدَرِ لَيْلَةُ الْقَدَرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Qur’an pada lailatul qadr, dan tahukah kamu apakah lailatul qadr itu? lailatul qadr itu lebih baik dari seribu bulan” (QS Al-Qadr : 1-3)

Dalam Shahihain beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
مَنْ قاَمَ لَيْلَةُ الْقَدَرِ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa bangun pada malam lailatul qadar dengan iman dan mengharap pahala (di sisi Allah) diampuni dosanya yang telah lalu”.

Ketahuilah, malam lailatul qadar itu terdapat pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari akhir dari bulan Ramadhan.

Dari ‘Aisyah dalam hadits yang diriwayakan oleh Imam Tirmidzi dengan sanad yang shahih ia berkata :

ياَ رَسُوْلَ اللهِ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدَرِ مَا أَقُوْلُ ؟ قاَلَ : قُوْلِي اللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Wahai Rasulullah jika saya mendapatkan lailatul qadar apa yang aku ucapkan? beliau bersabda, katakanlah : “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku”.

Maka inilah -wahai saudara seislam- ringkasan perkataan dan akhlak-akhlak yang seyogyanya dilakukan dan menjadi tugas-tugas syar’i dalam bulan yang diberkahi ini. Adapun tugas-tugas yang menyeluruh yang wajib dijaga oleh seorang muslim pada bulan kesabaran ini, yaitu menahan diri dari kejelekan-kejelekan, sabar atas gangguan-gangguan dan menjaga batin serta menunaikan amalan dhahir dengan iltizam (komitmen) dengan hukum-hukum Islam dan senantiasa meneladani sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Feature (Side)

© 2013 BULAN SUCI RAMADHAN. All rights resevered. Designed by Templateism